
AMBON BeritaLaser. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Rudy Irmawan, S.H., M.H., menegaskan bahwa Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga sekaligus menjadi penopang integritas insan Adhyaksa. Hal itu disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 IAD Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku, Selasa (21/7/2026).
Acara tersebut dihadiri Ketua IAD Wilayah Maluku Ny. Yuyun Rudi Irmawan bersama Wakil Ketua Ny. Dewi Anwar, Ketua IAD Daerah Ambon Ny. Yosi Riki, jajaran pengurus dan anggota IAD, serta para pejabat utama Kejaksaan Tinggi Maluku, termasuk Wakil Kajati Datuk Rosihan Anwar, Kepala Kejaksaan Negeri Ambon Riki Septa Tarigan, para Asisten, Kabag Tata Usaha, dan para Koordinator.
Dalam sambutannya, Kajati mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ikatan Adhyaksa Dharmakarini yang telah menginjak usia ke-26. Menurutnya, IAD bukan sekadar organisasi pendamping, melainkan wadah pengabdian yang berperan membangun keluarga Adhyaksa yang harmonis, berintegritas, dan penuh semangat kebersamaan.
“IAD menjadi tempat bertumbuhnya nilai-nilai ketulusan, kebersamaan, serta penguatan keluarga. Kehadirannya sangat penting dalam mendukung keberhasilan tugas Kejaksaan melalui keluarga yang kokoh dan berkarakter,” ungkap Rudy Irmawan.
Ia juga mengingatkan seluruh keluarga besar Adhyaksa agar mampu menyikapi perkembangan informasi dengan bijaksana, menjaga kesederhanaan, serta menghindari perilaku pamer kemewahan maupun gaya hidup hedonis yang dapat mencoreng nama baik institusi.
Menurut Kajati, ancaman terhadap sebuah lembaga tidak selalu datang dari luar, tetapi juga bisa muncul akibat kelalaian dari dalam organisasi sendiri.
“Musuh terbesar sebuah institusi bukan hanya serangan dari luar, tetapi kelengahan dari dalam,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak anggota IAD untuk terus menjalankan peran sebagai penjaga moral keluarga. Dukungan seorang istri maupun keluarga dinilai sangat penting dalam memberikan semangat, ketenangan, dan pengingat bagi insan Adhyaksa saat menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas.
Kajati juga menekankan pentingnya menjaga etika dalam berbicara, bermedia sosial, dan bergaul. Menurutnya, setiap ucapan maupun unggahan di media sosial dapat berdampak terhadap citra Kejaksaan.
Ia menegaskan bahwa marwah Kejaksaan dibangun melalui kejujuran, integritas, kesederhanaan, keteladanan, dan keberanian untuk tetap berada di jalan yang benar, bukan semata-mata karena jabatan atau pangkat.
Menutup arahannya, Rudy Irmawan mengajak seluruh pengurus dan anggota IAD untuk terus menjadi perempuan-perempuan tangguh yang mampu menjaga kehormatan keluarga sekaligus mendukung Kejaksaan mewujudkan institusi yang profesional, modern, humanis, dan semakin dipercaya masyarakat.
Peringatan HUT XXVI IAD tahun ini mengusung tema “Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Peduli dan Bersinergi Dengan Kejaksaan Dalam Mendukung Asta Cita.” Kajati berharap IAD Wilayah Maluku semakin berkembang dan terus memberikan kontribusi positif bagi keluarga besar Adhyaksa, masyarakat, bangsa, dan negara.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, IAD Wilayah Maluku juga menyerahkan santunan pendidikan secara simbolis kepada anak-anak pegawai dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPM) di lingkungan Kejaksaan Tinggi Maluku. Acara kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas 26 tahun perjalanan pengabdian IAD.
Perayaan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, sekaligus mempertegas komitmen IAD dan Kejaksaan untuk terus bersinergi membangun institusi yang berintegritas serta semakin dipercaya oleh masyarakat.

