
DR. JAMIL PAPARKAN TIPS SEHAT DI MUSIM PANCAROBA: STRES DINILAI JADI FAKTOR UTAMA PEMICU PENYAKIT
Tual Mediasaiber. Musim pancaroba yang ditandai dengan perubahan cuaca ekstrem kembali menjadi perhatian dalam edukasi kesehatan masyarakat. Dalam sesi live edukasi kesehatan bertajuk “Menjaga Kesehatan di Musim Pancaroba”, Dokter dr. Jamil, PNS Pemerintah Kota Tual yang bertugas di Puskesmas serta mitra Polres Tual, memaparkan sejumlah langkah penting menjaga daya tahan tubuh di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Kegiatan ini dipandu oleh host/moderator Sigit Tamher dan didukung oleh ARS Studio (Audio • Recording • Solution).
Dalam pemaparannya, dr. Jamil menjelaskan bahwa musim pancaroba merupakan masa transisi antara musim hujan dan kemarau yang menyebabkan perubahan suhu dan kelembapan udara secara cepat dan tidak stabil. Kondisi ini dapat memengaruhi daya tahan tubuh serta meningkatkan risiko penyakit seperti influenza, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, hingga demam berdarah dengue (DBD).
Ia menegaskan bahwa kelompok paling rentan terdampak adalah anak-anak dan lansia. Anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, sedangkan lansia mengalami penurunan fungsi tubuh akibat proses degeneratif, sehingga keduanya lebih mudah terserang penyakit saat terjadi perubahan cuaca ekstrem.
Dari sisi gizi, dr. Jamil menekankan pentingnya pola makan bergizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral. Ia juga menyoroti manfaat buah alpukat yang mengandung lemak tak jenuh, yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung serta membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K dalam tubuh.
Selain itu, konsumsi air putih sekitar dua liter per hari dinilai penting untuk menjaga metabolisme tubuh, mencegah dehidrasi, serta membantu fungsi organ termasuk ginjal agar tetap optimal dalam menyaring zat sisa metabolisme.
Dr. Jamil juga mengingatkan pentingnya olahraga rutin tiga hingga lima kali dalam seminggu dengan durasi sekitar 30 menit. Aktivitas seperti jalan cepat, jogging, bersepeda, atau berenang dapat membantu meningkatkan kebugaran, melancarkan peredaran darah, serta merangsang hormon endorfin dan serotonin yang berpengaruh pada suasana hati dan kualitas tidur.
Ia menambahkan bahwa istirahat yang cukup juga menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan. Tidur selama 6 hingga 8 jam setiap malam diperlukan agar sel-sel tubuh dapat melakukan pemulihan secara optimal, sehingga tubuh kembali segar dan siap beraktivitas keesokan harinya.
Selain faktor fisik, dr. Jamil menyoroti stres sebagai salah satu pemicu utama gangguan kesehatan yang sering diabaikan. Stres berkepanjangan dapat meningkatkan hormon kortisol yang berdampak pada tekanan darah, asam lambung, gangguan tidur, hingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti stroke. Ia juga menekankan pentingnya olahraga sebagai salah satu cara efektif mengelola stres melalui pelepasan hormon endorfin dan serotonin.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu penanya menyoroti fenomena COVID-19 yang dahulu gejalanya mirip dengan penyakit flu biasa, seperti demam, batuk, hidung tersumbat, hingga hilangnya indra penciuman dan perasa. Menanggapi hal ini, dr. Jamil menjelaskan bahwa banyak penyakit infeksi memang memiliki gejala awal yang serupa, sehingga diagnosis tidak bisa hanya berdasarkan gejala, melainkan perlu pemeriksaan medis lebih lanjut.
Penanya juga mempertanyakan isu Hantavirus yang sempat ramai dibicarakan, termasuk kemungkinan penularannya dan kaitannya dengan penyakit lain seperti gangguan jantung. Menjawab hal tersebut, dr. Jamil menjelaskan bahwa Hantavirus ditularkan melalui tikus, terutama melalui urine, kotoran, atau air liur yang terkontaminasi, serta dapat masuk melalui inhalasi partikel udara atau kontak langsung dengan area tubuh tertentu. Ia menegaskan bahwa Hantavirus bukan penyakit yang ditularkan dari manusia ke manusia secara umum seperti COVID-19, dan lebih berkaitan dengan faktor lingkungan serta kebersihan.
Pertanyaan lain yang muncul adalah terkait penggunaan vitamin untuk meningkatkan imun tubuh. Dr. Jamil menjelaskan bahwa vitamin C dan vitamin D merupakan dua nutrisi penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Namun, ia menegaskan bahwa suplemen bukan pengganti pola hidup sehat, melainkan hanya tambahan bila diperlukan, sementara yang utama tetap pola makan bergizi seimbang.
Dalam pembahasan lain, dr. Jamil juga menjawab pertanyaan terkait penggunaan obat herbal di masyarakat. Ia menegaskan bahwa obat herbal yang aman adalah yang sudah memiliki izin BPOM dan melalui uji klinis. Sebaliknya, produk tanpa izin resmi berisiko terhadap kesehatan, terutama jika dikonsumsi tanpa pengawasan medis.
Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola stres, termasuk stres akibat tekanan pekerjaan maupun aktivitas seperti permainan atau judi yang dapat mengganggu pola hidup. Stres yang tidak terkontrol, menurutnya, dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental, bahkan jika berkepanjangan dapat memerlukan bantuan tenaga profesional seperti psikolog.
Di akhir sesi, dr. Jamil menegaskan bahwa kunci utama menjaga kesehatan di musim pancaroba adalah menerapkan pola hidup sehat secara menyeluruh, mulai dari pola makan seimbang, olahraga teratur, tidur cukup, pengelolaan stres, penggunaan obat yang bijak, hingga menjaga kebersihan lingkungan. Dengan kebiasaan tersebut, masyarakat diharapkan lebih siap menghadapi perubahan cuaca ekstrem dan terhindar dari berbagai penyakit.

