
TKA Perdana Tingkat SD.N.2 Poka Ambon Sukses Digelar, Program MBG Kian Dirasakan Manfaatnya
Ambon Mediasaiber. Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) perdana di tingkat Sekolah Dasar berjalan lancar tanpa kendala, berarti meski sempat diwarnai kebingungan pada tahap awal karena baru pertama kali diterapkan, pihak sekolah memastikan seluruh proses dapat berlangsung dengan baik.
Kepala Sekolah Dasar NEGERI 2 POKA Ambon, Ibu WA Narti, M. Pd mengungkapkan bahwa kesiapan siswa nantinya akan terlihat dari hasil akhir yang diumumkan pada 2 Juni 2026 mendatang.
“Kalau dibilang siap, tetapi nanti kita lihat juga dari hasilnya. Karena ini baru pertama kali dilaksanakan di SD,” ujarnya.
Selama pelaksanaan TKA, sekolah mengaku tidak mengalami gangguan jaringan internet. Sarana pendukung seperti laptop dan perangkat ujian juga tersedia lengkap sehingga proses ujian berjalan lancar.
Sebanyak 15 siswa kelas VI mengikuti TKA yang berlangsung selama dua hari dengan materi literasi dan numerasi. Pelaksanaan ujian turut dipantau oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Dinas Pendidikan.
Pihak sekolah berharap hasil TKA nanti dapat memuaskan sekaligus menjadi evaluasi awal pelaksanaan sistem baru di tingkat SD.
Selain membahas TKA, pihak sekolah juga menjelaskan perkembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini kembali berjalan normal setelah sempat beberapa kali dihentikan sementara.
Program MBG diketahui mulai diterima sekolah sejak September tahun lalu, namun sempat terhenti karena kendala kapasitas dapur penyedia makanan dan persoalan sertifikasi higienis.
Kini distribusi makanan kembali berjalan dan melayani seluruh siswa serta guru. Pihak sekolah menyebut hingga saat ini belum pernah ditemukan kasus keracunan makanan maupun keluhan serius dari siswa.
Menu makanan yang disediakan juga telah disesuaikan dengan kondisi kesehatan siswa. Sebelum pendistribusian dilakukan, pihak penyedia terlebih dahulu mendata siswa yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu.
“Kalau ada siswa yang alergi telur misalnya, menu akan disesuaikan. Selama ini lebih banyak ikan dan ayam,” jelasnya.
Sekolah juga menerapkan sistem pembagian makanan yang dinilai efektif. Jika terdapat siswa yang tidak hadir, makanan yang tersisa dibagikan kepada siswa lain agar tidak terbuang sia-sia.

