
Ambon Mediasaiber. Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat sekolah dasar disambut positif oleh pihak guru dan orang tua murid. Program yang diinisiasi oleh pemerintah ini dinilai memberikan dampak nyata, khususnya bagi kesehatan siswa dan meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu.
Di salah satu SD yang berada di Poka yaitu SDN 3 Poka Ambon memiliki total 156 warga sekolah—terdiri dari 136 siswa kelas 1 hingga kelas 6 serta 20 orang guru—fasilitas makan gratis ini didistribusikan secara rutin setiap hari, termasuk pada hari Sabtu.
Penjelasan pihak sekolah kepada media, Kepala Sekolah Bapak Burhan Sangadji, S.Pd yang kali ini diwakilkan oleh Ibu Ratna Pulhehe, S.Pd memastikan bahwa selama program ini berjalan, seluruh makanan yang dikonsumsi dipastikan aman. Tidak pernah ada laporan mengenai masalah kesehatan atau kasus keracunan makanan. Seluruh siswa dan guru dalam kondisi sehat selama mengonsumsi menu yang disediakan.
Meski demikian, pelaksanaan program ini bukan tanpa dinamika. Pihak guru mengakui adanya tantangan kecil terkait selera makan anak-anak yang cenderung pemilih. Anak-anak diketahui jauh lebih menyukai menu olahan ayam, seperti ayam goreng atau ayam ala Kentucky, dibandingkan dengan menu sayur asam atau ikan yang baru disajikan sekali.
Selain masalah selera, program MBG di sekolah ini juga sempat terhenti selama kurang lebih dua minggu. Penghentian sementara tersebut terjadi karena adanya proses pemindahan dapur umum dan pengurusan sertifikat higienis bagi para juru masak demi menjaga standar kebersihan makanan. Namun saat ini, jalur distribusi makanan telah kembali normal dan berjalan lancar.
Terlepas dari kendala teknis tersebut, kehadiran program ini dirasa sangat membantu, terutama bagi anak-anak yang sering tidak sempat sarapan di rumah atau memiliki uang saku terbatas. Antusiasme siswa sangat tinggi, bahkan mereka kerap tidak sabar menunggu kedatangan makanan setiap paginya. Faktor latar belakang orang tua siswa yang mayoritas bekerja sebagai petani membuat program makan gratis dan pembagian susu ini menjadi bantuan yang sangat disyukuri oleh warga.
Di sisi lain, sekolah juga tengah mempersiapkan pengumuman hasil ujian TKA yang diikuti oleh 18 orang siswa kelas 6. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, hasil ujian tersebut rencananya baru dapat dicek pada tanggal 24 Mei besok. Sementara itu, untuk pengumuman kelulusan resmi bagi siswa kelas 6 dijadwalkan akan berlangsung pada bulan Juni mendatang, sebelum nantinya para siswa melanjutkan ke tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).

