Rahayaan Berharap Ke Depan Kota Tual Ada Klasis GPM Tersendiri

Tual Media-Saiber, Walikota tual adam rahayaan dalam sambutannya pada kegiatan sidang ke-68 Klasis Gereja Protestan Maluku pulau-pulau kei kecil dan kota tual mengatakan, miniatur tempat ibadah 3 golongan agama yang dibangun di Lapangan Lodar -El, merupakan bentuk kebanggaan persaudaraan antar golongan agama di tanah Kei.

Rahayaan dalam kesempatan tersebut menyampaikan, rencana kedatangan Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) untuk beberapa kegiatan di Kota Tual dan mungkin juga di Kabupaten Maluku Tenggara. Salah satu agenda kunjungan Menag RI, adalah peresmian miniatur yang dibangun Pemerintah Kota di Lapangan Lodar-El, Tual.

Ia menjelaskan di tempat tersebut dibangun rumah ibadah yang dimana sebuah mesjid diapid oleh dua gereja. Rumah ibadah tersebut bukanlah untuk tempat beribadah melainkan sebagai simbol toleransi umat beragama di tanah evav.

“Direncanakan juga untuk peresmian Gereja Maranatha, Gereja Katolik dan Masjid Raya Kota Tual. Karena itu kiranya nanti pada saat puncak pelaksanaannya kami akan mengundang Bapak Ketua Sinode GPM.”tuturnya.

Rahayaan juga menyampaikan kerinduannya untuk kota tual menjadi Klasis tersendiri. Di beberapa waktu lalu ia sempat berbincang dengan Ketua Sinode GPM terkait persyaratan jumlah gereja dan jemaat untuk terbentuknya satu klasis dalam GPM. Ia lalu menghitung jumlah Gereja Protestan dalam wilayah Pemkot Tual yakni Taar, Maranatha, Sion, Ohoitel Kampung Baru dan Ohoitel.

Rahayaan berharap dalam penyelenggaraan sidang-sidang dalam sinode mendatang, apabila Kota Tual dipercayakan lagi sebagai tuan rumah dan sekiranya bisa berlangsung di Gereja Maranatha, ia sudah mendapatkan informasi terbentuknya Klasis GPM Kota Tual.

Kegiatan tersebut hadir, ketua Sinode GPM Pendeta (Pdt.) Elifas T. Maspaitella, S.Th., para peserta sidang serta tamu undangan yang hadir. (,,,)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: