
Tual Mediasaiber.Pekan Lalu Sekolah Dasar Negeri 20 Tual mendapatkan Apresiasi dan Penghargaan dari Pemerintah Pusat Kementerian Pendidikan Republik Indonesia. Untuk, Prestasi Sahabat Sekolah Dasar Mewakili Propinsi Maluku.
Hal ini Disampaikan Guru Pendamping Sahabat Sekolah Dasar, Anita Sari Labetubun Kepada Wartawan 30 Januari 2026
” Saya, Anita Labetubun adalah salah satu guru di SD Negeri 20 Kota Tual. Dalam kapasitas saya sebagai guru pendamping, bangga dapat terpilih sebagai bagian dari Tim Sahabat Sekolah Dasar tingkat Nasional. Tim ini merupakan inisiatif resmi yang dibentuk langsung oleh pusat” Ucapnya
Beberapa tahun yang lalu, ada pembukaan pendaftaran di acara Ujung Anak Indonesia Hebat. Sekolah kami mendaftar dan ikut serta dalam proses seleksi. Dari dua ribu sekolah yang mendaftar, terpilihlah delapan puluh sekolah, termasuk SD Negeri 20 Kota Tual, untuk mewakili Provinsi Maluku dalam Tim Sahabat Sekolah Dasar.
Sebagai guru pendamping, ia diarahkan langsung oleh Ibu Irawati Nanat untuk menerapkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Labetubun bertanggung jawab penuh atas lima peserta anak. Setelah melalui beberapa tahap seleksi, SD Negeri 20 Tual lolos ke tingkat Nasional dan mengikuti pembekalan di Jakarta.
Setelah pembekalan, kami kembali ke sekolah masing-masing dan memulai aksi nyata. Tujuh kebiasaan tersebut meliputi:
Bangun Pagi: Membiasakan diri bangun pagi untuk memulai hari dengan semangat.
Beribadah: Menjaga dan rjajin beribadah yang baik.
Makan Siang Bergizi: Memastikan konsumsi makanan yang sehat dan bergizi.
Berolahraga: Mengembangkan kebiasaan hidup sehat.
Tidur yang Cukup: Memastikan anak-anak mendapatkan istirahat yang cukup.
Bermasyarakat: Menumbuhkan sikap sosial dan kerja sama.
Aktivitas Sosialisasi: Menempel poster-poster di kelas, melakukan sosialisasi kepada kakak kelas dan adik kelas.
Setelah sekolah melakukan aksi nyata SD Negeri 20 Tual dipercayakan lagi Kembali ke Jakarta untuk Mendapatkan Apresiasi dan Penghargaan.
Kepala Sekolah SD Negeri 20 Tual kepada wartawan Mengatakan, sebagai guru dan kepala sekolah, membimbing serta mengarahkan Tim Sahabat Sekolah Dasar untuk menerapkan kebiasaan ini. Anak-anak yang terlibat belajar bersosialisasi dan saling berbagi di lingkungan sekolah. Kami berharap, melalui langkah-langkah ini, anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang hebat dan bermanfaat bagi masyarakat.
Perjalanan ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak, tetapi juga bagi pendidik. Kami terus berkomitmen untuk mendukung perkembangan anak-anak disekolah agar semakin maju dan berprestasi.
